|   PT. PANALLOY METAL ENGINEERING

Artikel

Mengenal Las TIG (Tungsten Inert Gas): Karakteristik dan Kelebihannya

TIG_welding

Dalam dunia fabrikasi logam, pengelasan bukan sekadar menyambung dua bagian material, melainkan seni mencapai kekuatan struktural dan estetika yang tinggi. 

Salah satu metode yang menjadi standar emas untuk pekerjaan presisi adalah Las TIG (Tungsten Inert Gas), atau secara teknis dikenal sebagai Gas Tungsten Arc Welding (GTAW).

Daftar Isi : (Click Tutup/ Buka)

1. Pengertian Las TIG
2. Tujuan Utama Las TIG
3. Karakteristik dan Konsep
3.1. Elektroda Tungsten yang Non-Consumable
3.2. Peran Vital Gas Pelindung (Inert Gas)
3.3. Kontrol Panas yang Independen
3.4. Busur yang Bersih tanpa Slag
4. Material yang Perlu di Las TIG
5. Peralatan Utama yang Digunakan
6. Kelebihan dan Kekurangan Las TIG
6.1. Kelebihan Las TIG
6.2. Kekurangan Las TIG
7. Pemeriksaan Hasil
8. Aplikasi Las TIG di Dunia Industri

1. Pengertian Las TIG

Las TIG (Tungsten Inert Gas) atau GTAW (Gas Tunsten Arc Welding) adalah proses pengelasan busur listrik yang menggunakan elektroda tungsten (elektroda yang tidak terumpan/non-consumable) untuk menghasilkan busur las. Selama proses berlangsung, gas pelindung yang inert disemprotkan dari nozzle untuk melindungi area las dari kontaminasi atmosfer yang dapat menyebabkan cacat las.

2. Tujuan Utama Las TIG

Tujuan utama penggunaan las TIG adalah untuk menghasilkan sambungan las yang bersih, kuat, dan memiliki tampilan visual yang sangat rapi. Metode ini sangat ideal untuk aplikasi di mana akurasi, kebersihan metalurgi, dan kontrol panas menjadi prioritas utama dibandingkan kecepatan produksi.

Las TIG juga dimaksudkan untuk melakukan pengelasan pada beberapa material yang tidak bisa dilakukan dengan Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) dengan baik; misalnya Aluminium; Stainless Steel; dll.

3. Karakteristik dan Konsep

Metode TIG dikenal karena tingkat presisinya yang sangat tinggi, yang didorong oleh beberapa konsep fundamental:

3.1. Elektroda Tungsten yang Non-Consumable: 

Berbeda dengan las SMAW atau MIG, elektroda tungsten tidak mencair untuk mengisi celah sambungan. Elektroda ini hanya berfungsi untuk membangkitkan busur listrik yang sangat stabil dan terkonsentrasi.

3.2. Peran Vital Gas Pelindung (Inert Gas): 

Penggunaan gas inert (seperti Argon atau campuran Argon-Helium) sangat krusial. Gas ini berfungsi sebagai "selimut" yang mengusir oksigen, nitrogen, dan hidrogen dari atmosfer agar tidak bereaksi dengan logam cair. Jika logam cair terpapar udara, akan terjadi oksidasi, porosity (lubang jarum), dan penurunan kekuatan material secara drastis. Argon dipilih karena berat jenisnya lebih berat dari udara, sehingga ia mampu menutupi area pengelasan dengan sempurna.

3.3. Kontrol Panas yang Independen: 

Dalam las TIG, operator memegang torch di satu tangan dan batang pengisi (filler rod) di tangan lainnya. Hal ini memungkinkan operator mengatur amperage (panas) melalui foot pedal secara presisi tanpa harus terikat dengan kecepatan pengumpanan kawat, sehingga meminimalkan risiko deformasi pada material tipis.

3.4. Busur yang Bersih tanpa Slag: 

Karena tidak ada flux (lapisan kimia pada kawat las) yang terbakar, proses TIG tidak menghasilkan terak (slag). Ini menghasilkan sambungan las yang sangat bersih dan minim pembersihan pasca-pengelasan.

prinsip-las-tig

 

4. Material yang Perlu di Las TIG

Las TIG sangat serbaguna untuk material yang sensitif terhadap panas atau oksidasi, seperti:

  • Stainless Steel: Sangat populer karena mencegah karat pasca-pengelasan.
  • Aluminium dan Magnesium: Sering digunakan di industri dirgantara dan otomotif.
  • Tembaga dan Kuningan: Untuk aplikasi elektrik atau dekoratif.
  • Material Tipis: Sangat ideal untuk plat tipis agar tidak mudah berlubang (burn-through).

5. Peralatan Utama yang Digunakan

  • Mesin Las TIG: Perangkat utama yang menyediakan arus DC (baja) atau AC (aluminium).
  • Tungsten Elektroda: Batang tungsten dengan berbagai kode warna (sesuai jenis material).
  • TIG Torch: Pegangan untuk elektroda yang dilengkapi saluran gas pelindung.
  • Tabung Gas: Berisi gas argon atau campuran argon-helium beserta regulator.
  • Pedal Kaki (Foot Pedal): Untuk mengatur besar arus secara real-time.
  • Filler Rod: Kawat las yang dipilih sesuai dengan material induk.

6. Kelebihan dan Kekurangan Las TIG

6.1. Kelebihan Las TIG:

Metode ini menawarkan kualitas las yang superior dengan hasil sambungan yang sangat rapi, halus, dan memiliki kekuatan struktural yang sangat tinggi. Keunggulan utamanya terletak pada kontrol panas yang presisi, yang memungkinkan pengelasan pada material sangat tipis dengan risiko distorsi (perubahan bentuk) yang minimal. Selain itu, proses ini tidak menghasilkan percikan las (spatter) atau terak (slag), sehingga sangat efisien dan ramah terhadap kebutuhan estetika. Bahkan untuk material yang sangat tipis, las TIG dapat dilakukan tanpa kawat pengisi atau dikenal dengan autogenous welding.

6.2. Kekurangan Las TIG:

Di balik kualitasnya, las TIG memiliki laju deposisi yang jauh lebih lambat dibandingkan metode lain, sehingga kurang produktif untuk kebutuhan manufaktur skala besar yang menuntut kecepatan. Proses ini juga menuntut keterampilan (skill) tingkat tinggi dari operator karena koordinasi tangan dan kaki sangat krusial. Dari sisi biaya, peralatan, gas pelindung, dan kawat pengisi TIG relatif lebih mahal. Terakhir, metode ini sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan; adanya angin sedikit saja dapat mengganggu aliran gas pelindung, sehingga kurang cocok untuk pekerjaan di luar ruangan tanpa pelindung khusus.

7. Pemeriksaan Hasil

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan integritas sambungan:

  • Visual Inspection: Memeriksa profil las, apakah ada undercut, porosity, atau retak.
  • Liquid Penetrant Test (LPT): Menggunakan cairan penetran untuk mendeteksi retakan mikro.
  • Radiographic/Ultrasonic Test: Pemeriksaan tingkat lanjut untuk melihat cacat di bagian dalam sambungan las.

8. Aplikasi Las TIG di Dunia Industri

Karena karakteristiknya yang mampu menghasilkan sambungan dengan presisi tinggi dan sangat bersih, las TIG menjadi metode andalan di berbagai sektor industri strategis, antara lain:

  • Industri Kedirgantaraan (Aerospace): Dalam pembuatan badan pesawat dan komponen mesin jet, standar keselamatan sangat ketat. Las TIG digunakan untuk menyambung material seperti paduan aluminium dan titanium yang memerlukan integritas struktural sempurna tanpa cacat sedikit pun.
  • Industri Otomotif (Komponen Performa): Las TIG menjadi standar dalam modifikasi otomotif kelas atas, pembuatan knalpot kustom, roll cage pada mobil balap, serta komponen mesin yang memerlukan ketelitian tinggi. Hasil las yang rapi juga memberikan nilai estetika yang tinggi pada bagian yang terekspos.
  • Industri Makanan dan Farmasi: Pada industri ini, kebersihan adalah mutlak. Tangki penyimpanan (storage tank), pipa penyalur makanan, dan peralatan laboratorium harus terbuat dari stainless steel dengan sambungan yang tidak memiliki celah (tempat bersarangnya bakteri). Las TIG mampu menciptakan bead (manik las) yang halus dan rata di bagian dalam pipa, yang sangat krusial untuk standar higienitas.
  • Industri Pembangkit Listrik dan Energi: Pipa-pipa tekanan tinggi dalam pembangkit listrik tenaga nuklir atau panas bumi sering menggunakan las TIG untuk root pass (lapisan pertama) guna memastikan sambungan kedap tekanan dan bebas dari retakan halus sebelum ditutup dengan pengelasan metode lain yang lebih cepat.
  • Industri Fabrikasi Furnitur Presisi: Untuk furnitur berbahan logam, arsitektur interior, hingga dekorasi stainless steel yang memerlukan finishing "bersih" tanpa perlu banyak penggerindaan (pembersihan slag), las TIG adalah pilihan terbaik karena hasilnya langsung terlihat rapi setelah pengelasan selesai.

 

Referesi :
Gambar dari :

  1. pixabay.com : theotherkev-welding-9370143_640
  2. researchgate.net : The-process-of-welding-by-means-of-tungsten-inert-gas-TIG-method

 


Baca Juga :

  1. Ketahanan Abrasi pada Material Baja: Faktor Berpengaruh dan Solusinya
  2. Analisa Kegagalan (Failure Analysis) Komponen Logam: Manfaat & Metodologi

 

Artikel

Dalam dunia metalurgi, kekerasan didefinisikan sebagai kemampuan suatu material untuk menahan...

Dalam dunia industri berat seperti semen, pertambangan, pulp & paper, hingga pengolahan baja,...

Dalam dunia teknik mesin, menjaga stabilitas putaran poros pada mesin berkecepatan tinggi atau...

Dalam dunia teknik dan manufaktur, kerusakan tiba-tiba pada komponen krusial dapat menyebabkan...