
Dalam dunia pengelasan industri, proses Shielded Metal Arc Welding (SMAW) atau yang lebih dikenal sebagai las busur manual memegang peranan krusial.
Keberhasilan penyambungan logam dan kualitas struktur yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh pemilihan kawat las atau elektroda yang tepat.
Daftar Isi : (Click Tutup/ Buka)
1. Pendahuluan (Struktur Elektroda)
2. Fungsi Fluks (Coating Flux)
3. Sistem Penggolongan AWS (General)
4. Memahami Kodefikasi Elektroda
5. Standar Spesifikasi AWS dan ASME
1. Pendahuluan (Struktur Elektroda)
Kawat las atau elektroda merupakan komponen habis pakai (consumable) yang berfungsi ganda dalam proses pengelasan SMAW: sebagai penghantar arus listrik dan sebagai material pengisi. Secara fisik dan struktural, elektroda SMAW terdiri dari dua bagian utama:
- Kawat Inti (Core Wire): Bagian logam yang berada di tengah elektroda. Inti ini berfungsi utama untuk mengalirkan arus listrik dari mesin las guna memicu dan mempertahankan busur listrik (arc), serta mencair dan menyatu dengan logam induk sebagai bahan pengisi (filler material). Diameter kawat inti ini menjadi patokan ukuran standar elektroda di pasaran.
- Bungkusan Fluks (Coating Flux): Lapisan bahan kimia padat yang membungkus kawat inti. Komposisi kimia fluks dirancang sedemikian rupa untuk memberikan perlindungan metalurgi dan stabilitas elektrik selama proses pengelasan berlangsung.
2. Fungsi Fluks (Coating Flux)
Kehadiran lapisan fluks pada elektroda SMAW bukanlah sekadar pelindung fisik biasa, melainkan elemen kimia aktif yang menentukan kualitas akhir lasan. Beberapa fungsi utama fluks meliputi:
- Menyetabilkan Busur Listrik: Membantu menjaga agar busur api tetap konstan, halus, dan mudah dikendalikan oleh welder.
- Perlindungan Gas (Shielding Gas): Ketika terbakar, fluks menghasilkan gas pelindung yang menyelimuti area pencairan logam, mencegah kontaminasi dari oksigen dan nitrogen di udara bebas yang dapat menyebabkan porositas (cacat lubang kecil).
- Pembentukan Terak (Slag Formation): Menghasilkan lapisan terak di atas permukaan las cair yang berfungsi melindungi proses pembekuan logam dari pendinginan yang terlalu cepat sekaligus bertindak sebagai isolator panas.
- Pembersihan Logam Cair: Mengandung unsur-unsur kimia yang mengikat kotoran, oksida, dan pengotor lain untuk diapungkan ke permukaan menjadi terak.
- Penambahan Unsur Paduan (Alloying Elements): Berfungsi sebagai media untuk memasukkan unsur-unsur logam tertentu ke dalam deposit las guna meningkatkan kekuatan mekanik, ketahanan korosi, atau ketangguhan material.
- Isolator Listrik: Mencegah terjadinya kontak listrik yang tidak diinginkan saat elektroda bersentuhan dengan benda kerja di luar area busur.
3. Sistem Penggolongan AWS (General)
Untuk memudahkan para insinyur, teknisi, dan welder dalam memilih material yang tepat, American Welding Society (AWS) mengelompokkan elektroda berdasarkan jenis material dasar yang akan dilas. Sistem penggolongan umum tersebut meliputi:
- Mild Steel Arc Welding Electrodes (Baja Karbon Lunak): Digunakan untuk mengelas baja-baja karbon rendah dengan persentase karbon yang relatif rendah. Spesifikasi utamanya diatur dalam standar AWS A5.1.
- Alloy Steel Arc Welding Electrodes (Baja Paduan): Digunakan untuk mengelas baja paduan tinggi maupun rendah, termasuk baja tahan karat (stainless steel). Spesifikasi untuk low alloy steel diatur dalam AWS A5.5 dengan tambahan kode unsur paduan.
- Non-Ferrous Arc Welding Electrodes (Logam Bukan Besi): Dipakai untuk pengelasan material non-ferrous seperti aluminium, tembaga, monel, kuningan (brass), dan perunggu (bronze).
- Cast Iron Arc Welding Electrodes (Besi Tuang): Dirancang khusus untuk memperbaiki atau menyambung komponen berbahan besi cor/tuang (cast iron) yang memiliki karakteristik metalurgi khusus.

4. Memahami Kodefikasi Elektroda
Sistem penomoran standar AWS pada kemasan atau batang elektroda memuat informasi teknis yang sangat penting. Sebagai contoh mari kita bedah arti kodefikasi pada elektroda E7018:
- Huruf "E" (Electrode): Menandakan bahwa produk tersebut adalah elektroda untuk proses las busur listrik (arc welding).
- Angka "70" (Kekuatan Tarik): Dua digit pertama (atau tiga digit pada kekuatan tinggi) menunjukkan batas kekuatan tarik minimum (minimum tensile strength) dari logam hasil las dalam satuan kilopound per square inch (ksi). Angka "70" berarti logam las memiliki kekuatan tarik minimum sebesar 70.000 psi (atau sekitar 483 MPa).
- Angka "1" (Posisi Pengelasan): Digit ketiga menunjukkan fleksibilitas posisi pengelasan. Angka "1" berarti elektroda dapat digunakan untuk semua posisi (datar/flat, horizontal, vertikal, dan overhead / di atas kepala). Jika tertera angka "2", biasanya hanya terbatas untuk posisi datar dan horizontal.
- Angka "8" (Jenis Fluks & Arus): Digit terakhir (dikombinasikan dengan digit ketiga) menunjukkan karakteristik tipe penutup/fluks serta jenis arus listrik yang kompatibel. Angka "8" menunjukkan bahwa fluks tersebut mengandung serbuk besi (iron powder), bersifat rendah hidrogen (low hydrogen), serta dapat dioperasikan menggunakan arus AC maupun DC (DCEP).

5. Standar Spesifikasi AWS dan ASME
Spesifikasi kawat las terbungkus dikembangkan melalui konsensus panjang oleh komite logam pengisi AWS. Keanggotaan komite ini dirancang seimbang dan independen, terdiri atas perwakilan produsen elektroda (seperti ESAB dan produsen global lainnya), praktisi industri pengelasan, serta akademisi dari universitas dan laboratorium independen. Komposisi ini bertujuan untuk memastikan spesifikasi yang dirumuskan bersifat objektif dan bebas dari bias komersial.
- Tanggung Jawab Klasifikasi: Penting untuk diketahui bahwa American Welding Society (AWS) tidak melakukan pengujian langsung ataupun memberikan persetujuan/sertifikasi merek dagang tertentu. Klasifikasi elektroda sepenuhnya dilakukan oleh masing-masing pabrikan produsen berdasarkan hasil pengujian internal yang ketat sesuai parameter standar AWS.
- Adopsi oleh ASME: Dalam dunia industri bertekanan tinggi (seperti boiler dan bejana tekan), American Society of Mechanical Engineers (ASME) mengadopsi spesifikasi kawat las AWS secara identik (word-for-word). ASME menambahkan prefiks huruf "SF" di depan nomor spesifikasi aslinya. Sebagai contoh, standar AWS A5.1 diadopsi oleh ASME menjadi ASME SFA-5.1 dengan persyaratan teknis dan klasifikasi yang sepenuhnya sama.
Baca Juga :
- Mengenal PWHT (Post Weld Heat Treatment): Pentingnya Perlakuan Panas Pasca Pengelasan
- Mengenal Stainless Steel, Baja Tahan Karat: Jenis, dan Aplikasinya
